Rabu, 12 April 2023

Beri Rating Peristiwa di Hidupmu ala Oprah Winfrey

Terinspirasi dari buku milik Oprah Winfrey yang bertajuk Yang Aku Tahu dengan Pasti, ada bagian di buku yang menuliskan bagaimana cara seorang Oprah Winfrey menghargai setiap peristiwa penting yang membahagiakannya. Saya ambil contoh, saat dia memanen tanaman hasil kebun di rumahnya, Oprah begitu bahagia dan memberikan peristiwa tersebut dengan rating bintang 4. Saat menikmati makanan bersama dengan teman-teman dekat, tertawa bersama, Oprah memberikan rating bintang 5. Serta peristiwa-peristiwa lain yang memberikan kebahagiaan tersendiri. 

Salah satu peristiwa traveling yang mengesankan buat saya adalah saat berkunjung ke Aceh. Hampir setiap kunjungan saya berikan rating bintang 5. Pagi-pagi, saya berkunjung ke Kedai Kopi di pinggir jalan. Kedai Kopi yang ramai dikunjungi masyarakat sekitar ini hanya menyediakan dua jenis kopi yakni kopi hitam dan kopi sanger. Berada di ujung Sumatera menikmati kopi sanger yang khas bersama aneka jajanan pasar yang dititipkan para penjual sekitar kedai bagi saya sangat sangat membahagiakan. Sederhana tanpa ada beban pikiran. Tanpa ada ambisi dan ekspektasi, saya berani memberikan rating bintang 5 untuk kunjungan ke Kedai Kopi di Aceh. 

Saat ke Sabang pun demikian, menjumpai Kedai Kopi di sana lalu menikmati orang-orang yang datang makan makanan berat, ngemil makanan ringan dan menikmati kopi yang hanya ada dua jenis kopi sanger atau kopi hitam khas Aceh. Tapi rating bintang lima akan saya berikan saat melakukan snorkeling di Pulau Rubiah, Sabang Aceh. Keadaan alam yang masih natural membuat ikan-ikan di sana akan gampang ditemui termasuk di tepi pantainya. Tak perlu jauh-jauh untuk dapat menemukan aneka ikan indah saat snorkeling. Mereka para ikan itu begitu dekat. Begitu ramah kepada para pelancong. 

Rating bintang lima lainnya juga saya sematkan saat berkunjung ke Bukittinggi. Pesona Sumatera Barat memang tidak ada habisnya. Salah satu yang membuat saya kagum adalah Bukittinggi. Kota kecil berhawa sejuk dengan makanan yang enak, pemandangan alam yang menakjubkan dan keseruan akan jejak sejarah. Menikmati kuliner khas Nasi Kapau di Bukittinggi masih terngiang kenikmatannya hingga kini. Untuk itu, saya beri rating bintang lima. 

Tidak semua peristiwa memperoleh rating bintang lima. Saat berkunjung ke Sumba sebanyak tiga kali, saya belum menemukan keseruan yang memuncak hingga rating lima. Spot-spot di Sumba kerennya sungguh memanjakan mata. Namun suhu udara yang panas membuat kurang betah berlama-lama. Selain itu, kuliner khas Sumba juga masih jarang ditemukan palingan ada manggulu yang dijual di sentra oleh-oleh. Hampir semua peristiwa di Sumba saya beri rating dengan bintang tiga. 

Rating bintang dua, saya sematkan saat berkunjung ke Toraja. Wisata ke makam-makam hingga kini tak mau saya ulangi lagi. Cukup sekali. Toraja sebagai tempat yang lebih dikenal dengan upacara pemakaman, pemakaman di atas bukit, pohon dan goa membuat takjub sekaligus takut. Rating dua disematkan pun juga karena makanan khas Toraja yang sulit ditemukan. 

Tidak melulu soal traveling sih, rating diberikan. Menikmati teh hangat sembari ditemani pisang goreng dan acara kesukaan di televisi itu juga nggak kalah bahagianya. Apalagi acara di televisi ditayangkan seminggu sekali jadi ada hal yang ditunggu-tunggu. Biasanya me time saya setelah berjibaku dengan pekerjaan, dengan ambisi, dan waktu kerja Senin hingga Jumat adalah menikmati secangkir teh hangat, pisang goreng dan acara favorit. Itu bahagianya. Sederhana tapi rating bintang lima sudah tersematkan. 

Buat kalian apa sih peristiwa di hidup kalian yang memiliki rating bintang lima, bintang empat, bintang tiga, bintang dua dan bintang satu? Yuuk cerita di komentar! 







Senin, 10 April 2023

Menikmati Kenangan di Kopi Klotok Yogyakarta


Foto by Fani Budi Hastanto (local guide) 

Menjelang siang, masih pagi yang berangsur pergi. Saya dan beberapa teman sudah sampai di Kopi Klotok. Apa yang dicari di sini dalam suasana weekdays yang tidak ramai? Tentu saja kuliner dan suasana Kopi Klotok yang mengingatkan diri pada kampung halaman. 

Kami mengambil tempat duduk di beranda. Di kursi kayu khas dengan meja kayu yang lagi-lagi mengingatkan pada kampung halaman. Mengingatkan diri pada masa kecil di tahun 90-an di mana kondisi saat itu semua serba terbatas. Buku bacaan yang terbatas padahal saya penggila buku. Makanan yang terbatas uangnya untuk membeli padahal saya hobi makan, dan permainan modern yang juga terbatas. Untungnya, hutan, kebun, sungai, rawa, sawah jadi tempat belajar dan bermain yang asyik. 

Kami duduk. Kemudian memesan pisang goreng, jadah dari beras ketan putih, dan teh yang dibuat dari serbuk teh kasar khas pedesaan. Sembari menunggu di hadapan kami telah terbentang hamparan sawah dan kebun. Kembali mengingatkan saya pada banyak petualangan di sawah dan sungai-sungai. Memancing ikan bendera yang memiliki tubuh dengan warna indah. Atau menangkap ikan khas sungai dengan seser serupa dengan tudung saji dari bambu. Jika beruntung ikan khas seperti ikan gabus dan ikan belida akan didapatkan. Di beberapa spot, udang-udang kecil akan masuk ke seser lalu ditangkap dan disimpan ke dalam ember. 

Pada sawah-sawah itu, petani berharap pada padi-padinya untuk terus berkembang dan menghasilkan buliran padi yang mengandung beras. Harapan yang umum yang ada pada petani. Jika musim panen tiba, padi-padi tersebut akan dijemur di depan rumah sembari dijaga ketat dari incaran ayam. 

Pisang goreng dan secangkir teh datang, hadir dengan tempat minum dan piring dari kaleng yang khas. 

Saya menghirup aroma teh yang begitu khas. Lagi-lagi aroma yang kembali mengingatkan pada tahun tahun di mana masa kecil berjibaku. Aku menyeruput teh hangat kemudian mengambil pisang goreng yang tidak neko-neko disajikan. Pisang kepok yang digoreng dengan tepung tanpa ada tambahan keju, coklat atau lainnya. 

Saya mulai menggigit pisang goreng dan mengunyahnya. Dulu, menikmati goreng pisang adalah hal yang ekslusif buat saya. Meskipun buah pisang melimpah namun minimnya uang untuk membeli tepung dan minyak akhirnya membuat pisang disajikan dengan direbus atau dikukus saja. 

Dulu salah satu cita-cita bocah saya adalah bisa menikmati aneka gorengan di warung khas Jawa yang menyediakan soto, gado-gado atau pecel uleg. Biasanya gorengan yang ada adalah pisang goreng, bakwan sayur yang dibuat bulat dan tahu bunting atau tahu isi. 

Saya perlu menabung atau menyisihkan uang untuk bisa menikmati aneka gorengan dan segelas es teh. Namun tidak bisa makan banyak karena uang jajan yang juga tidak terlalu banyak. Saat menjadi dewasa seperti ini, Alhamdulillah semua bisa dibeli. Namun entah mengapa rasanya berbeda entah itu rasa makanannya atau rasa dalam perasaan yang telah berbeda. 

Pisang goreng di Kopi Klotok, saya nikmati sambil menyeruput teh hangat. Ah.... Nikmat sekali, saking nikmatnya seolah mampu meredam tekanan pekerjaan dan tekanan kehidupan yang silih berganti serta meredam ambisi dan segala ekspektasi manusia. 

Saat siang sudah turut serta, setelah obrolan mengalir ke sana kemari dan tanpa sadar pisang goreng dan teh sudah raib begitu saja menggali kenangan demi kenangan. 

Kami ke dapur Kopi Klotok, mengambil makan siang yang disajikan prasmanan. Menu khas pedesaan, sayur lodeh, tumis sayuran khas, dan telor dadar jadi pilihan yang kembali mengetuk kenangan demi kenangan di masa silam.

Menikmati hidangan dan suasana di Kopi Klotok seperti menikmati kenangan demi kenangan tentang masa kecil di kampung halaman yang luput dari ambisi, ekspektasi dan tekanan akan kehidupan. Semua berjalan damai. Berjalan tentram. Masya Allah.... 


Selasa, 21 Maret 2023

Mie Glosor Khas Bogor

Salah satu makanan khas Bogor adalah mie glosor bogor. Walaupun bermula dari Sukabumi, Mie Glosor kini lebih dikenal sebagai makanan dari Bogor. Prosesnya bagaimana, tahun 1966 ada seorang pembuat mie Glosor pindah dari Sukabumi ke Bogor. Nah sekitar tahun 1970, banyak warga Bogor yang memproduksi mie Glosor ini. Sekarang ini, orang banyak mengenal mie glosor sebagai salah satu makanan khas Bogor. 

Perubahan tempat sebagai ciri khas makanan daerah tertentu juga dialami oleh nasi langgi. Awalnya nasi langgi ini berasal dari Jember namun kini orang banyak mengenal nasi langgi dari Solo atau Yogyakarta. Mungkin ada banyak makanan lain yang muncul pertama kali di daerah tertentu kemudian bergeser jadi makanan khas daerah lain. 

  • Tekstur Mie Glosor 

Bahan dalam pembuatan mie glosor adalah tepung tapioka/tepung aci yang berasal dari singkong. Jika dilihat tekstur mie glosor ini sedikit berbeda dengan mie yang terbuat dari tepung terigu. Tekstur mie glosor lebih licin saking licinnya saat masuk ke dalam mulut, tak perlu waktu lama untuk masuk ke kerongkongan. Warna mie glosor ini kuning yang berasal dari pewarna kuning alami yakni kunyit. 

Jika kalian pernah mencoba mie lethek, mie khas dari Yogyakarta. Nah, mie glosor ini teksturnya mirip sekali dengan mie lethek. Perbedaannya hanya di warna mie, mie lethek berwarna abu-abu dan biasanya dijual dalam keadaan kering. Sedangkan mie glosor berwarna kuning dan dijual dalam kondisi basah. 

  • Mie Bebas Gluten

Jika kalian pecinta mie, perlu hati-hati dalam mengkonsumsi mie yang terbuat dari tepung terigu karena kandungan glutennya. Tubuh perlu mencerna makanan yang mengandung gluten selama tiga hari sehingga untuk makan makanan mie yang terbuat dari tepung terigu perlu jangka waktu. Untuk beberapa anak berkebutuhan khusus seperti anak penyandang autisme perlu mengindari makanan-makanan yang mengandung gluten. Makanan bergluten ini disinyalir membuat mood ABK terpengaruh sehingga berpengaruh pada tingkah laku mereka 

Karena mie glosor ini terbuat dari tepung aci atau tepung tapioka jadi mie glosor ini sudah dipastikan bebas gluten. Jadi buat kalian yang sedang mengindari makanan bergluten mie glosor ini cocok sekali jadi variasi makanan di rumah. 

Buat yang sedang mengatur makan dan melakukan diet defisit kalori, mie glosor ini cocok sekali jadi salah satu menu diet (asal pendamping makananya seperti gorengan dan sambal kacang ditakar). Kalori dari mie glosor per 100 gram berkisar 71 kkal. Berbeda dengan mie yang terbuat dari tepung terigu, kalori yang dihasilkan berkisar 180 kkal hingga 370 kkal. Jauh banget kan dengan kalori mie glosor. Jadi, buat kalian yang sedang melakukan program diet menurunkan berat badan, Mie Glosor ini perlu jadi salah satu variasi menu di hidangan diet kalian. 

  • Menu Sarapan hingga Menu Khas Ramadhan

Di Bogor, mie Glosor kerap ditemukan saat pagi hari karena biasa dinikmati sebagai menu sarapan. Makanan pendamping mie Glosor adalah gorengan bala-bala (bakwan), dan sambal kacang. Cara menikmatinya juga mudah, mie Glosor ditaruh di piring kemudian bala-bala di potong dan disajikan di atasnya. Terakhir disiram dengan sambal kacang. Paduan rasanya benar-benar juara enaknya. Sayangnya tidak semua penjual sarapan di Bogor yang menyajikan mie glosor ini, biasanya tempat sarapan yang lengkap yang menyajikannya. 

Selain sebagai menu sarapan pagi, mie glosor akan muncul banyak saat bulan puasa. Hidangan mie glosor ini menjadi sajian khas untuk berbuka puasa (ifthor). Di pinggir jalan, penjaja makanan berbuka puasa pasti akan menjual mie glosor ini dalam wadah-wadah plastik yang berwarna bening.

Sajian mie glosor yang paling sering dibuat adalah mie glosor goreng dengan tambahan kol atau daun caisin (sawi hijau). Bumbu yang digunakan dalam pembuatan mie glosor ini juga sederhana sekali yakni bawang merah, bawang putih, lada, gula dan garam.  Agar mie glosor lebih menarik dapat ditambahkan irisan cabe merah. 

  • Cobain Mie Glosor Yuuk! 

Kalau ke Bogor saat bulan Ramadhan, salah satu kuliner khas yang perlu kalian coba adalah mie glosor. Kalian bisa menikmatinya sepanjang bulan Ramadhan. Nikmati berapa kayanya khasanah kuliner di Bogor sebagai bagian dari kekayaan kuliner khas Indonesia. 


Kamis, 09 Maret 2023

Enak Mana Liburan ke Sabang atau Sumba?



Sabang 

Terletak di barat Indonesia dan merupakan salah satu pulau di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Menuju ke Sabang kita harus menaiki kapal cepat dengan durasi waktu penyeberangan sekitar satu jam. Dan dengan kapal feri dengan durasi waktu sekitar 2-3 jam.

Sandar di pelabuhan, kami mampir makan di RM Kencana. Perut lapar setelah satu jam menyeberang membuat saya kalap. Tapi gimana nggak kalap makanan di RM Kencana Sabang bikin ngiler. Makanan yang disajikan mirip dengan makanan Padang yang bisa dihidangkan item per itemnya di meja atau langsung prasmanan. Soal rasa, udah deh enak banget. 

Sepanjang jalan di Sabang, pepohonan yang menjulang tinggi jadi pemandangan indah. Jalanan yang mulus sepanjang pulau membuat perjalanan jadi lancar dan menyenangkan.

Di Sabang, kita juga bisa melakukan snorkeling di sekitaran Pulau Rubiah. Suasana pulau yang masih alami, pantai yang masih asri dengan ikan yang luar biasa banyak sehingga baru berada di bibir pantai, segala ikan sudah mendekat. Masya Allah....

Sabang juga terkenal dengan Kilometer 0 Indonesia yang jadi tugu barat Indonesia. Ada juga Gua Sarang yang nggak kalah keren.

Soal makanan dan minuman, makanan khas Aceh seperti mie Aceh, rujak acek dan kopi Aceh bakal terngiang-ngiang enaknya.

Sumba

Salah satu pulau dengan pemandangan indah di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Banyak yang memimpikan dapat liburan ke Sumba. Alhamdulillah, sebanyak tiga kali saya bisa berkunjung ke Sumba dengan melihat langsung dua musim yang berbeda dan satu kali saat peralihan musim hujan dan kemarau.

Saat turun di Bandara, suhu udara yang panas sudah menyambut kedatangan para pelancong. Sebelum melakukan aktivitas di beberapa hari ke depan, saya menginap di Padadita Beach Hotel yang lumayan nyaman. Di Sumba Timur, ada beberapa hotel yang bisa diakses selain Padadita Beach Hotel seperti Tanto Hotel, Morinda Villa and Resto yang berada di atas bukit.

Untuk urusan pemandangan, Sumba menyimpan pesona alam yang luar biasa. Pantai yang indah dengan warna biru toska, rumput Savana yang terlihat magis dengan kuda dan binatang ternak yang dilepas begitu saja, serta bukit-bukit yang jadi pemandangan yang indah. Tak heran jika  Sumba jadi tempat pengambilan gambar beberapa film Indonesia seperti Film Angin Rumput Savana garapan Garin Nugroho, Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak garapan Mouly Surya, Pendekar Tongkat Mas garapan Riri Reza, Susah Sinyal garapan Ernest Prakasa.

Soal makanan, di Kota Waingapu Sumba ada beberapa restoran dan kafe yang menyediakan makanan yang bisa dinikmati umum. Menu yang disediakan pun menu menu pada umumnya. Satu tempat makan di Sumba yang bikin terngiang-ngiang adalah Warung Ikan Bakar Enjoy Aja. Ada menu yang menurut saya unik di sini yakni terung krispi. Untuk ikan bakar, cumi goreng dan udangnya udah deh enaknya kebangetan.

Untuk makanan khas Sumba Timur, jarang sekali ada. Kalau ada biasanya tersedia di toko oleh-oleh. Salah satu makanan khas Sumba yang pernah saya coba adalah manggulu yang terbuat dari pisang yang sudah dikeringkan ditambah gula merah dan kacang tanah. Manggulu ini cocok sekali dihidangkan bersama kopi.

***

Jika ditanya pilih mana liburan ke Sabang Aceh atau Sumba NTT. Saya bingung jawabnya, dua-duanya tempat yang keren dengan pemandangan, makanan, dan tempat yang memiliki kekhasannya masing-masing .

Kalau kamu ditawari liburan ke Sabang atau Sumba, kira-kira pilih yang mana? Ayo komentar!





Rabu, 01 Maret 2023

Rekomendasi Pempek Enak di Palembang

 


Sudah lama tidak berkunjung ke Palembang,  terakhir berkunjung kurang lebih lima tahun lalu. Tapi suasana Palembang masih terngiang hingga kini: Suasana Sungai Musi yang sibuk di siang hari, Jembatan Ampera yang gagah berdiri, Masjid Agung, beberapa museumDan yang paling susah dilupakan adalah nikmatnya Pempek Palembang yang masih terkenang hingga kini.

Sebagai orang Lampung, salah satu makanan yang dekat dengan keseharian adalah pempek. Makanya jangan heran juga kalau ada Pempek Lampung yang dikenal khalayak dan kerap dijadikan oleh-oleh para pelancong. Karena keseharian dekat dengan Pempek, saat ke Palembang makanan yang dituju untuk dicobain adalah Pempek.

Maka berkeliling lah saya mencoba Pempek Palembang mulai dari yang terkenal, coba di pinggir jalan, hingga yang enak tapi harganya murah meriah. Perjalanan dimulai dari kedai pempek satu ke kedai pempek yang lain.

  • Pempek Vico

Tahu pempek ini dari review di google map, kami sengaja cari pempek yang dekat dengan hotel kami menginap. Menurut review yang saya baca, pempek di Pempek Vico ini rasanya enak meskipun pelayanannya kurang. Tapi demi menebus rasa penasaran, saya berkunjung ke pempek ini.

Waktu masih menjelang siang. Suasana tempat makan sudah sangat ramai. Banyak yang makan ditempat hingga tiada kursi yang tersisa. Saya agak kebingungan untuk cari kursi, tanya ke pelayan yang bertugas dicuekin. Mau meninggalkan begitu saja sudah terlanjur ke sini.

Akhirnya ada pengunjung yang selesai dan meninggalkan meja, saya dan beberapa teman langsung duduk dan memesan beberapa Pempek termasuk juga memesan es kacang merah. Menurut saya pempeknya cukup enak, yang paling enak menurut saya adalah Pempek kulit. Tapi karena pelayanannya kurang dan terkesan dicuekin, saya memilih untuk tidak datang lagi. Apalagi di Palembang, banyak jenis pempek enak yang bisa dicoba.

Score keseluruhan 7/10

  • Pempek Raden

Salah satu pempek enak yang ada di Palembang menurut banyak review adalah Pempek Raden. Saya berkunjung ke Pempek Raden samping Transmart. Di sini pempek nya lengkap, termasuk ada pempek pistel yang jarang diketahui. Pempek pistel adalah pempek dengan isian tumis pepaya di dalamnya.

Kami memesan beberapa pempek. Rasanya enak hanya cukonya saja yang kurang sesuai. Sayangnya pelayanan di sini juga masih kurang.  Kesan pertama tidak terlalu wow jadi kalau ke Palembang lagi belum tentu akan datang lagi.

Score Keseluruhan 6.5/10

  • Pempek Candy

Sudah termashyur khalayak kalau Pempek Candy adalah pemimpin pasar pempek terutama untuk oleh-oleh. Kalau menyebut Pempek Palembang yang terngiang di kepala pertama kali adalah Pempek Candy.

Saya berkunjung ke salah satu restoran lupa yang mana. Namun yg jelas saat masuk kami disambut salah satu karyawan kemudian boleh melihat dan memilih pemoek yang disajikan secara prasmanan. Secara tempat, restoran Pempek Candy rapi, bersih, dan sedap dipandang. Untuk pelayanan juga bagus, ramah dan nggak judes. Soal rasa pempek, Pempek Candy tuh juaranya. Semua makanan yang terhidang semuanya enaak.

Kalau berkesempatan ke Palembang lagi, saya pasti akan datang ke Pempek Candy.

Score Keseluruhan 10/10.

  • Pempek Lala

Ini adalah pempek enak namun harganya terjangkau. Terletak di Pusatnya Pempek Palembang yang berdekatan dengan Sungai Musi harga pempek nya sekitar seribu hingga duaribu. Soal rasa lumayan enak dan bisa kalap makan di sini karena terjangkau sekali. Soal pelayanan, karyawannya sat set, cepat dan tanggap

Score keseluruhan 8/10

Pempek di Perahu Sungai Musi

Kala malam, di pinggir Sungai Musi terdapat banyak perahu bersandar dan dijadikan kafe ala ala. Kalian bisa pesan makanan, minuman dan menikmatinya di atas perahu dengan pemandangan Jembatan Ampera.

Saya mencoba beberapa pempek di sini. Soal rasa, ya jauh sih dengan pempek sebelumnya. Namun untuk tempat nongkrong bareng teman pasti dijamin seru banget apalagi viewnya adalah Jembatan Ampera.

Scores keseluruhan 7/10

***

Banyak sebenarnya kedai Pempek Palembang, hanya karena keterbatasan waktu jadi saya hanya dapat menikmati beberapa yang terkenal di atas. Soal rasa tergantung selera ya dan score juga berdasarkan selera pribadi yang tidak hanya mencakup soal makanan tapi juga pelayanan, tempat dan lainnya.

 

 

 

 

 

 

Jumat, 24 Februari 2023

Bukittinggi: Kota Sejuta Pesona

Salah satu tempat yang wajib kalian datangi setidaknya sekali seumur hidup adalah Bukittinggi. Kota kecil yang masuk dalam Provinsi Sumatera Barat ini memiliki pesona yang membuat pelancong ingin kembali lagi termasuk saya.

Melancong ke Bukittinggi tahun 2017 merupakan perjalanan yang tidak direncanakan dan tak terlupakan. Awal mula, saya ada pekerjaan di Nias, Sumatera Utara. Menuju Nias, saya harus terbang dari Jakarta menuju Kualanamu Medan kemudian dilanjutkan pesawat kecil dari Kualanamu ke Gunung Sitoli, Nias. Beberapa hari di Nias, semuanya berjalan dengan baik dan lancar. Hingga tibalah untuk pulang....

Penyelenggara yang mengundang ternyata kehabisan tiket dari Gunung Sitoli Nias ke Medan. Saya pun extended sehari di Nias, ternyata tiket tujuan Nias-Medan habis terjual untuk beberapa hari ke depan. Menambah hari di Nias jelas tidak mungkin. Untung saja ada pilihan penerbangan dari Nias ke Padang.

Saya langsung setuju ketika tawaran itu diberikan mengingat saya belum sekalipun menginjakkan kaki di Sumatera Barat. Hari itu tiba, Jumat pagi pesawat dari Nias akhirnya terbang menuju Bandara Minangkabau Padang.

Berhubung saya ada teman dari Sekolah Alam Bukittinggi, setelah seharian keliling Kota Padang, malamnya saya menuju Bukittinggi. Sampai di Bukittinggi sekitar jam 10 malam dan suhu udaranya berbeda sekali dengan suhu udara di Padang. Bukittinggi adem dan sejuk....

Pesona Bukittinggi 

Saat tiba di Bukittinggi saya langsung jatuh cinta. Selain suhu udaranya yang dingin, Bukittinggi menyimpan pesona yang tidak dimiliki kota lain.

  • Kuliner Bukittinggi

Kalau ke Kota Bukittinggi, salah satu yang harusa banget dinikmati adalah kulinernya. Sudah jelas ya kuliner khas Sumatera Barat dikenal banyak khalayak hingga mancanegara.  Banyak kuliner khas yang enak, yang unik dan yang nikmat di Bukittinggi. Salah satu yang wajib kalian coba adalah Nasi Kapau. 

Pusat Nasi Kapau di Bukittinggi ada di sekitar Tugu Jam Gadang. Nasi Kapau yang secara penampilan terlihat seperti nasi Padang pada umumnya nyatanya berbeda. Nasi Kapau yang disajikan dengan pelayanan unik membuat kalian wajib banget untuk cobain.

  • Sejarah di Bukittinggi

Pesona berikutnya dari Bukittinggi yang wajib kalian lihat adalah peninggalan sejarah seperti Museum Bung Hatta, Istana Bung Hatta, Lubang Jepang, Benteng Fort Fe Kick Janjang Kota Gadang, Jam Gadang yang jadi icon Kota Bukittinggi juga merupakan  peninggalan sejarah Bukittinggi.

Selain berkunjung, kita bisa sekalian belajar kembali sejarah-sejarah di masa lalu apakagi yang berhubungan dengan Bukittinggi. Salah satu yang banyak saya pelajari adalah Museum Bung Hatta, riwayat beliau dari kecil dengan tempat tinggal yang dibuat jadi museum jadi tempat seru dan menarik untuk belajar tentang salah satu bapak proklamator Indonesia.

  • Pemandangan di Bukittinggi 

Pesona lain di Bukittinggi yang indahnya bukan main pastinya adalah pemandangan alam Bukittinggi. Ada Ngarai Sianok, Lembah Anai, Danau Meninjau, Kampung Taruko.

Serunya lagi, setiap pemandangan yang disuguhkan jaraknya tidaklah terlalu jauh. Antara Tugu Jam Gadang dengan Lubang Jepang dan Ngarai Sianok cukuplah dekat. Sehingga seharian semua pemandangan termasuk wisata sejarah dan kuliner bisa diselesaikan. Khusus ke Danau Meninjau agak sedikit jauh, perlu melewati 44 kelok. 

***

Kalau ditanya, mana yang paling disuka dari Kota Bukittinggi. Saya pasti akan menjawab kulinernya. Udah deh, kuliner di Bukittinggi emang paling juara enaknya. Suhu udara Bukittinggi yang dingin sembari menikmati makanan enak khas Bukittinggi, salah satu kenikmatan hidup dengan rating bintang 5.



Launching Menu Bukber AYCE di HoneyLand Sentul

Kalau ngomongin bukber ya bun, yang dicari itu pasti dua: makanannya enak dan harganya nggak bikin dompet nangis. Nah kemarin aku dan keluar...