Tampilkan postingan dengan label Jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan-jalan. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Januari 2023

Destinasi Wisata di Sabang Aceh yang Wajib Dikunjungi

Sabang Aceh

Kalian pasti familiar dengan daerah Sabang. Dari dulu salah satu lagu yang sering dinyanyikan saat sekolah adalah lagu Dari Sabang Sampai Merauke yang terngiang-ngiang terus karena menggambarkan Indonesia yang memiliki ribuan pulau yang sambung menyambung menjadi satu. Daerah Sabang juga makin dikenal berkat jingle lagu mie kebanggaan Indonesia yang sudah mendunia yakni Indomie. Di jingle Indomie terdapat kata Sabang dan Merauke seperti ini.... 

Dari Sabang sampai Merauke

Dari Miangas sampai Pulau Rote

Indonesia tanah airku

Indomie seleraku

Tapi ini bukan dalam rangka mengenalkan Indomie loh ha ha ha. 

Sabang. Apakah kalian tahu di provinsi mana letak daerah Sabang? Atau berada di gugusan pulau mana daerah Sabang? 

Sabang adalah salah satu daerah yang terletak di Nanggroe Aceh Darussalam. Berada di Pulau Weh yang merupakan salah satu pulau yang terletak paling barat di Indonesia. Menuju Sabang kalian bisa menempuh dengan kapal dari Banda Aceh. Sekitar satu jam dengan kapal cepat dan sekitar dua sampai tiga jam dengan kapal feri. 

Pertanyaan berikutnya, apakah Pulau Weh ini berpenghuni? Ya, Sabang dan daerah-daerah lainnya di Pulau Weh ini juga berpenduduk seperti daerah lainnya tentunya dengan infrastruktur yang memadai. Tahun 2021 ke Sabang, jalanan sepanjang pulau terlihat baik dan mulus. Karena Sabang ini salah satu destinasi wisata di Aceh, jadi infrastruktur dari mulai jalanan, tempat menginap dan tempat makan, semuanya tersedia memadai sehingga tak perlu kelaparan atau kedinginan kalau liburan ke Sabang. 

Lantas tempat apa saja yang perlu dikunjungi ketika berada di Pulau Sabang? 

1. Tugu KM 0 Indonesia

Salah satu yang jadi tujuan utama ke Sabang Pulau Weh adalah singgah di titik nol kilometetIndonesia. Sebagai titik paling barat di Indonesia, KM 0 ini jadi tempat yang wajib dikunjungi. Pulau Weh yang bisa dikelilingi dalam waktu sehari memiliki jalan yang bagus dan mulus sehingga akses berpindah dari satu tempat ke tempat lain jadi lebih mudah termasuk ke Tugu KM 0 ini. 

Jalanan menuju Tugu Kilometer 0 ini lancar dan mudah sekali. Ke area ini, kita akan melewati pepohonan rindang yang masih banyak terdapat monyet-monyet yang suka berdiri di pinggir jalan. Sampai di area KM 0, pedagang-pedagang yang menjajakan pakaian dan oleh-oleh kjas Sabang sudah menanti. Jangan dilewatkan juga pedagang rujak Aceh yang siap dengan buah-buah segarnya serta buah rumbia yang unik. 

Di Tugu Kilometer 0 Indonesia ini kita bisa foto-foto kemudian membeli pakaian yang bertuliskan Sabang, menikmati pisang goreng kipas dan menikmati rujak Aceh yang menjadi pengalaman kuliner tersendiri. 

2. Gua Sarang 

Menuju Gua Sarang di Sabang, kalian harus memiliki badan yang kuat dan fit karena area yang dilewati cukup terjal dan bebatuan. Menuju ke Gua Sarang bisa dilanjutkan dengan menggunakan perahu. Namun berfoto di spot bebatuan dengan latar ombak berbuih putih dengan air laut berwarna toska sudah sangat cukup. 

3. Pulau Rubiah

Kalau menurut pahlawan, salah satu tempat snorkling terbaik ada di Sabang tepatnya di Pulau Rubiah. Di tepi pantainya saja ikan ikan sudah bermunculan dengan ruang gembira seolah menyambut kedatangan kami untuk snorkling. 

Peralatan snorkling yang sudah siap dan mie yang sudah disiapkan untuk makan ikan juga siap. Saat menyelam. Gerombolan ikan berkumpul. 

Yang aku suka snorkling di Pulau Rubiah ini masih benar-benar alami dan asri, di barat Indonesia dengan alam yang masih jauh dari polusi udara. 

4. RM. Kencana

Saat pertama kali menginjakkan kaki ke Sabang sesudah sejam lebih berlayar, sangatlah tepat ketika menikmati makan siang di RM Kencana. 

RM Kencana adalah rumah makan yang menghidangkan makanan khas Aceh dan padang. Untuk rasa udah deh menu makanannya lengkap, sayurannya melimpah dan banyak jenisnya. Untuk rasa, hidangan di RM Kencana ini enak mirip makanan rumahan yang bikin kangen untuk coba lagi. 

Kalau kalian berkunjung ke Sabang, ada baiknya kalian untuk singgah dan menikmati makanan di rumah makan ini. Mau prasmanan atau sistem diantar dengan ragam menikmati seperti di warung padang juga bisa. 

5. Kedai Kopi

Kalau ke Sabang Aceh, sebaiknya menikmati kopi dan singgah ke kedai-kedai kopi yang ada di Sabang. Salah satu kedai kopi yang pah lapah singgahi ketika ke Sabang adalah De Sagoe Platinum Kuphie.  Ada dua jenis kopi yang dihidangkan yakni kopi hitam dan kopi sanger  khas Aceh. Untuk harga, segelas kopi sanger yang saya pesan dihargai enam ribu rupiah. Worth it sekali! 

***

Kalau kalian punya kesempatan berlibur ke Aceh lalu mampir ke Sabang Aceh, ada baiknya kalian datangi tempat-tempat yang aku bahas di atas. Lets go jalan jalan! 



Sabtu, 07 Januari 2023

Sumba Dalam Kacamata Perfilman Indonesia


Sumba

Salah satu destinasi yang didambakan banyak orang ini menyimpan ragam pesona dan keunikan. Panorama Sumba yang rupawan berupa rumput savana yang memiliki warna berbeda di setiap musimnya menjadi suguhan yang memukau. Belum lagi bukit-bukit yang berundak-undak hampir di semua tempat di Sumba Timur. 

Pesona Sumba belum habis, sebagai salah satu pulau di daerah Nusa Tenggara Timur. Keindahan pantai Sumba memang tiada duanya. Pantai dengan pasir putih, laut yang berwarna toska, biru, hingga biru tua. Jarang jarang bisa melihat lautan toska yang indah. Dan semua itu ada di Sumba.... 

Tempat yang memberikan panorama keindahan, tak heran jika Sumba menjadi latar tempat pengambilan gambar beberapa film Indonesia. Saat masih kecil dulu, saya ingat salah satu film garapan Garin Nugroho bertajuk Angin Rumput Savana. Garin yang menggarap film tersebut dengan simbolik yang apik ditambah latar Sumba yang mengagumkan. Film yang saya tonton tahun 1997 ini sempat masuk nominasi penghargaan di Indonesia. 

Setelah itu, saya nyaris tidak melihat film-film berlatar Sumba hingga akhirnya tahun tahun di atas 2010an, beberapa film mulai melirik kembali Sumba untuk dijadikan layar tempat pengambilan gambar. Ada beberapa film yang sudah saya tonton dan membaginya dalam Sumba di kacamata perfilman Indonesia. 

  • Sumba yang Estetik dalam Pendekar Tongkat Mas

Ada film Pendekar Tongkat Mas yang mengeksplorasi Sumba dengan estetik vibes hingga ke desa-desa di pedalaman terasa sekali keindahan akan kultur Sumba. Film garapan Riri Reza ini membuat Sumba benar benar jadi sesuatu yang estetik dan benar-benar indah. 

Saat berkunjung ke Sumba, salah satu tempat yang dikunjungi adalah Bukit Morinda Villa dan Resto, berada di atas bukit. Pemandangan yang dihadirkan benar-benar membuat kita berdecak kagum, villa dan resto dikelilingi bukit-bukit yang tidak kalah indah. Benar-benar mengagumkan. Kalau kalian ada kesempatan ke Sumba menginap di Bukit Morinda Villa dan menikmati hidangan di Bukit Morinda Resto ini benar benar harus dicoba. 

  • Sumba yang Sebenarnya dalam Film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak

Untuk melihat Sumba yang agak sedikit dark, Film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak. Di film ini, Sumba terlihat benar-benar Sumba. Terlihat budaya Sumba mulai dari cara pemakaman, ternak di Sumba yang beragam, keadaan jalan di sana, padang rumput dan keadaan Sumba yang panas.

Jujur nih ya, tiga kali ke Sumba Timur, panasnya Sumba luar biasa. Tiga kali ke Sumba, sempat merasakan tiga musim yang berbeda. Musim hujan di mana rumput di Padang Savana yang menghijau indah, lalu kedua kali ke Sumba peralihan dari musim hujan ke musim kemarau di mana rumput-rumput di Padang Savana sudah mulai berwarna coklat kehijauan. Ke Sumba di kali ketiga saat musim kemarau, rerumputan sudah tak lagi coklat namun sudah berwarna abu-abu. Terlihat sangat eksotis namun panasnya terasa menyengat sekali. Makanya saat menyaksikan Film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak suasana Sumba memang begitu adanya, panas terik, budaya yang kental dan kemiskinan yang terasa sekali. 

Bagusnya Film Marlina ini membuatnya mendapatkan penghargaan di dalam maupun luar negeri. Di Indonesia, dalam penghargaan FFI 2018 Marlina memborong 10 Piala Citra. 

  • Sumba yang Menghibur dalam Film Susah Sinyal

Untuk Sumba dalam sketsa komedi yang asyik dan menghibur, Film Susah Sinyal jadi salah satu film yang membuat Sumba menjadi menarik dari sudut pandang lain. Film yang digarap oleh Ernest Prakasa ini mampu menghadirkan keindahan Sumba sebagai tempat berlibur. 

Berkunjung ke Sumba, untuk urusan hotel dan akomodasi cukup memadai. Salah satu hotel yang saya tempati ketika berkunjung ke Sumba adalah Padadita Beach Hotel yang menurut saya hotel yang cukup keren di Sumba. Selain Padadita Beach Hotel, saya juga sempat menginap di Tanto Hotel yang menurut saya standar lah. 

Kembali ke Film Susah Sinyal, Sumba terlihat benar-benar jadi destinasi wisata yang patut untuk dikunjungi. Film bergenre komedi ini menghadirkan Sumba dari panorama satu ke panorama lain termasuk di dalamnya ada Pantai Walakiri yang tidak jauh dari Bandara Umbu Menang Kunda. Seperti yang saya bilang di awal, pantai-pantai di Sumba benar-benar indah dan  mengagumkan termasuk Pantai Walakiri. Khusus di Pantai ini ketika senja dan air surut pohon-pohon bakau terlihat indah dan menjadi spot foto yang keren. 

***

Kalau ditanya, apakah ingin ke Sumba lagi? Tentu saja iya. Kalau sebelumnya ke Sumba ada misi terkait kearifan lokal di sana. Untuk kunjungan berikutnya, saya ingin menikmati Sumba dalam kacamata Film Susah Sinyal walaupun sinyal susah tapi bahagia karena dapat mengeksplorasi Sumba lagi. Semoga ada waktu dan kesempatan lebih baik. Aamiin. 

Pertanyaan berikutnya” Jika kalian ditawari le Sumba. Ingin menikmati Sumba dari kacamata film apa?” Komentar yuuk! 


Launching Menu Bukber AYCE di HoneyLand Sentul

Kalau ngomongin bukber ya bun, yang dicari itu pasti dua: makanannya enak dan harganya nggak bikin dompet nangis. Nah kemarin aku dan keluar...