Jumat, 13 Februari 2026

Launching Menu Bukber AYCE di HoneyLand Sentul

Kalau ngomongin bukber ya bun, yang dicari itu pasti dua: makanannya enak dan harganya nggak bikin dompet nangis. Nah kemarin aku dan keluarga datang langsung ke acara launching Menu All You Can Eat di Honeyland Sentul, dan jujur ya… ini sih definisi bukber puas, hati senang, anak-anak juga happy.

Lokasinya nggak jauh dari KM 0 Bukit Pelangi, jadi masih area Sentul yang adem dan nggak terlalu ribet dijangkau. Begitu sampai, suasananya langsung berasa beda. View alamnya cakep, udaranya sejuk, cocok banget buat ngabuburit sambil nunggu azan magrib.

Acara launching dimulai dengan sambutan dari manajer operasional Honeyland Sentul. Setelah itu, kami langsung dipersilakan buat nyobain semua menu Bukber AYCE yang sudah tertata rapi di area buffet. Nah ini yang bikin mata langsung ijo, bun. Pilihannya banyak banget!

Untuk takjil manisnya aja sudah bikin kalap. Ada bubur ketan hitam, kolak, dan es campur. Aku langsung ambil es campur dulu buat batalin puasa. Segar banget! Manisnya pas, nggak lebay, dan isinya juga royal. Pokoknya cocok banget buat pelepas dahaga setelah seharian puasa.

Masuk ke menu pembuka, ada dimsum dan bakso. Baksonya kenyal dan juicy, berasa dagingnya. Dimsumnya juga nggak pelit isi, dagingnya kerasa banget. Ini sih enak banget buat ganjel perut sebelum lanjut ke menu utama.

Nah, bagian main course-nya ini yang bikin makin semangat. Ada beef slice teriyaki, nasi goreng ayam, spaghetti bolognese, crispy chicken, fish crunchies, capcay, sampai nasi putih hangat. Aku pribadi jatuh cinta sama kombinasi nasi goreng ayam dan fish crunchy. Gurihnya dapet, crunchy-nya nagih.

Anak-anak? Wah, mereka fokus ke spaghetti bolognese. Katanya gurih banget, sausnya berasa tomat dan daging cincangnya juicy. Sampai nambah, bun! Kalau anak-anak udah nambah, itu tandanya memang enak beneran.

Buat pecinta gorengan, tenang aja. Di sini lengkap. Aku sempat ambil tahu isi yang renyah di luar dan lembut di dalam. Isi sayurnya gurih, nggak hambar. Bakwannya juga enak banget, apalagi kalau dicocol sambal kacang. Duh, ini sih susah berhenti.

Bagian dessert juga nggak kalah seru. Ada ice cream, puding, buah-buahan, aneka kue, plus minuman segar. Anakku sampai bolak-balik ambil ice cream. Namanya juga All You Can Eat ya, bun. Mumpung bisa ambil sepuasnya.

Yang bikin makin bahagia, harga normalnya 150 ribu, tapi ada promo early bird cuma 75 ribu! Menurutku ini sih worth it banget untuk konsep AYCE dengan pilihan menu sebanyak itu dan suasana seadem ini.

Ngabuburit di Honeyland Sentul juga nggak cuma soal makan. Kita bisa menikmati ambience alam yang indah, suasananya adem, fasilitasnya juga lengkap. Ada musala, toilet bersih, dan playground buat anak-anak. Bahkan aku sempat main bareng anak-anak di playground. Rasanya tuh kayak bukber sekalian healing.

Jadi buat emak-emak yang pengen bukber enak, suasana dapet, anak-anak betah, dan harga masih masuk akal, Honeyland Sentul ini wajib banget masuk list. Siap-siap aja kalap, bun!



Senin, 02 Februari 2026

Hanamasa: AYCE Tanpa Batas Waktu

 


Siang itu, langkah kakiku terhenti di depan Hanamasa Pajajaran Bogor. Matahari sedang terik, tapi rasa penasaran justru terasa lebih hangat. Jujur saja, ini adalah kali pertama aku datang ke Hanamasa. Sebuah nama yang sudah sering kudengar, tapi baru kali ini benar-benar ingin kucoba. Sebagai pecinta kuliner, seharusnya aku antusias. Namun ada satu hal yang membuatku ragu sejak awal: konsep All You Can Eat.

Aku bukan tipe orang yang menikmati makan dengan sistem waktu terbatas. Bagiku, makan adalah soal menikmati rasa, aroma, dan momen, bukan soal berpacu dengan jam. Pengalaman buruk pernah aku alami beberapa waktu lalu. Saat itu aku mencoba AYCE di salah satu mal, dengan durasi 90 menit. Alih-alih menikmati hidangan, aku justru sibuk melirik jam. Setiap suapan terasa seperti dikejar-kejar. Ketika makanan belum habis dan waktu hampir habis, aku terpaksa menambah durasi 30 menit dengan biaya tambahan. Pulang dari sana, perut kenyang tapi hati kurang senang. Sejak itu, aku sempat trauma dengan konsep AYCE.

Namun cerita berubah saat aku tahu satu hal tentang Hanamasa: tidak ada batasan waktu. Informasi sederhana itu cukup membuatku berhenti ragu. “Kalau begitu, kenapa tidak?” pikirku. Rasa penasaran akhirnya mengalahkan trauma lama. Dan siang itu, aku melangkah masuk dengan ekspektasi yang biasa saja tanpa berharap terlalu tinggi.

Begitu duduk dan mulai melihat-lihat pilihan menu, pandanganku langsung berubah. Hanamasa menawarkan begitu banyak pilihan. Menu grill yakiniku-nya terasa sangat lengkap. Mulai dari daging segar dengan berbagai potongan, hingga daging olahan yang siap dipanggang. Aroma daging yang terbakar di atas grill perlahan memenuhi meja, menggugah selera tanpa perlu terburu-buru.

Tak hanya yakiniku, menu shabu-shabu di Hanamasa juga tak kalah menggoda. Pilihan daging segar, seafood, sayuran, hingga aneka jamur tersusun rapi. Rasanya menyenangkan bisa memilih sendiri bahan-bahan favorit, lalu menikmatinya perlahan dalam kuah hangat.

Ada pula menu robatayaki, sate-satean khas Jepang yang bisa dipesan langsung dan akan diantar ke meja. Tinggal duduk manis, lalu menikmati. Untuk pelengkap, tersedia berbagai side dish seperti ebi furai, takoyaki, dan aneka gorengan lainnya yang cocok jadi selingan di antara sesi grill dan shabu-shabu.

Yang membuatku semakin betah adalah pilihan salad yang lengkap dan segar. Buah-buahan juga tersedia dengan variasi yang tak kalah menarik. Untuk minuman, pilihannya beragam. Bahkan ada es campur yang bisa diracik sendiri, jajanan pasar, hingga puding sebagai penutup. Semua tersaji seperti mengajak kita menikmati makan tanpa aturan kaku.

Dan benar saja, makan di Hanamasa terasa santai. Tidak ada jam yang terus diawasi. Tidak ada rasa bersalah karena mengambil makanan terlalu lama. Semuanya mengalir apa adanya. Ditambah lagi, Hanamasa sudah tersertifikasi halal—sebuah nilai tambah yang membuatku semakin nyaman.

Sayangnya, kebahagiaan itu hanya tinggal kenangan. Beberapa bulan setelah kunjungan tersebut, kabar kurang menyenangkan datang. Hanamasa Pajajaran Bogor, satu-satunya cabang di Bogor harus menutup pintunya, menyusul cabang di Margo City Depok.

Meski sedih, aku memilih menyimpan harapan. Semoga Hanamasa tetap bertahan, terus menemani pecinta kuliner dengan konsep AYCE yang ramah dan menyenangkan, serta kembali membuka banyak cabang di berbagai kota di Indonesia. Karena bagiku, Hanamasa bukan sekadar tempat makan tapi tempat berdamai dengan trauma lama dan kembali menikmati makan tanpa terburu-buru.


Launching Menu Bukber AYCE di HoneyLand Sentul

Kalau ngomongin bukber ya bun, yang dicari itu pasti dua: makanannya enak dan harganya nggak bikin dompet nangis. Nah kemarin aku dan keluar...